Sabtu, 13 Desember 2014

RAPOR SD Kurikulum 2013


Aplikasi penilain kurikulum 2013 untuk SD yang dapat didownload gratis telah resmi diluncurkan Kemdikbud.


Direktorat Pembinaan SD Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) telah resmi meluncurkan aplikasi penilaian Kurikulum 2013 (K-13). Aplikasi rapor K-13 SD ini dapat digunakan oleh sekolah untuk melakukan penilaian terhadap siswa. Aplikasi ini adalah aplikasi gratis untuk semua sekolah.

Karena terhubung dengan Data Pokok Pendidikan (dapodik) sekolah, aplikasi resmi rapor K-13 dari Kemdikbud ini hanya bisa dipasang pada komputer yang telah terinstal aplikasi dapodik sekolah. Aplikasi pengolah nilai K-13 SD dapat didownload di laman website resmi Direktorat Pembinaan SD Kemdikbud, aplikasi dapat didownload di sini.

Sebelum dijalankan, aplikasi rapor SD ini harus disinkronkan terlebih dahulu dengan dapodik. Hal ini untuk pengisian data sekolah, pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) atau guru, rombongan belajar dan siswa. Username dan password default dari aplikasi ini adalah nomor NUPTK dari guru. Setelah berhasil login, guru dapat mengganti password.

Sebagai data awal, aplikasi ini sudah dilengkapi dengan kompentensi dasar dan indikator sebagaimana tercantum pada buku guru K-13. Aplikasi rapor akan mengolah nilai indikator menjadi nilai kompetensi dasar. Aplikasi rapor akan menyeleksi kompetensi dasar yang menonjol positif dan negatif untuk setiap siswa dan mencetak penilaian deskripsi. 

Baca Selengkapnya

Rabu, 03 Desember 2014

PKG

Setiap akhir pekan sehabis selesai jam pelajaran tanpak bapak/ibu guru sedang berkumpul di Pusat Kegiatan Guru (PKG), dengan dibimbing oleh Ibu Kepala Sekolah atau sekali waktu didampingi oleh bapak/ibu pengawas TK/SD. mereka pun giat mendengarkan penjelasan yang diberikan agar mampu mengerjakan dan melaksanakan sesuatu yang berkaitan dengan Penilaian Kinerja Guru (PKG)Seperti hal nya pada kegiatan uji Kompetensi Guru (UKG), Penilaian kinerja guru (PKG) akan dilakukan per individu. Pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan menjalankan kurikulum 2013 dengan harapan untuk peningkatan kualitas guru. Semua akan mendapatkan pembaruan mulai dari kurikulum, penilaiaan kinerja dan juga pengangkatan calon guru.

Penilaian kinerja guru dilaksanakan untuk mewujudkan guru yang profesional, dengan kualitas layanan profesi yang bermutu. Menemukan secara tepat tentang kegiatan guru di dalam kelas, dan membantu guru untuk meningkatkan pengetahuan dan juga keterampilan. Dengan harapan timbulnya peningkatan kualitas pembelajaran.

Hasil dari Penilaian Kinerja Guru (PKG) dimanfaatkan untuk menyusun profil kinerja guru sebagai input dalam penyusunan program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Selain itu, hasil Penilaian Kinerja Guru (PKG) juga digunakan sebagai dasar penetapan perolehan angka kredit guru dalam rangka pengembangan karir guru. 

Sebagaimana Permendiknas 35/2010 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Berikut kumpulan lengkap peraturan, buku pedoman, dan petunjuk teknis Penilaian 


File Pendukung dan Aplikasi PKG download disini
Baca Selengkapnya

Selasa, 02 Desember 2014

Rendahnya Kualitas SDM dan Memperbaiki Sistem Pendidikan


SUMBER daya manusia (SDM) merupakan salah satu faktor kunci dalam pembangunan negara dan bangsa. SDM berkontribusi pada proses pembangunan ekonomi nasional. Harus diakui kontribusiSDM Indonesia tidak menunjukkan signifikansi selama ini dalam membangun bangsa. Sangat disayangkan, kekayaan alam Indonesia yang melimpah ruah dan beraneka ragam tidak dibarengi banyaknya SDM berkualitas. Masih rendahnya SDM inilah menyebabkan sumber daya alam (SDA) belum mampu mensejahterahkan rakyat dan justru SDA kita banyak dikuasai asing.

Di sisi lain, berdasarkan pengukuran Forum Ekonomi Dunia yang dikeluarkan Selasa (1/10/2013) di Jenewa, Swiss, sebagaimana dikutip rri.co.id, indeks SDM bangsa Indonesia saat ini berada di urutan ke-53 dari 122 negara. Indeks SDM dari Forum Ekonomi Dunia merupakan perangkat pengukuran baru untuk menilai sejauh mana negara mengelola anugerah SDM-nya berdasarkan potensi kekuatan ekonomi jangka panjang pada tenaga kerja mereka.

Rendahnya kualitas SDM Indonesia terkait dengan faktor pendidikan yang tidak sepenuhnya mendukung ke arah kemandirian manusia Indonesia. Secara normatif, sebagaimana termaktub dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas, pasal 4 ayat 1 menyebutkan, "Pendidikan nasional bertujuan membentuk manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak dan berbudi mulia, sehat, berilmu, cakap, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab terhadap kesejahteraan masyarakat dan tanah air."

Namun fakta di lapangan, cita-cita bangsa kita belum terwujud. Lantas, apakah sebenarnya penghambat peningkatan kualitas SDM khususnya pendidikan? Ketidakmampuan sistem pendidikan kita menciptakan SDM berkualitas tinggi disebabkan sistem pendidikan kita yang masih berorientasi pada pengetahuan (aspek kognitif), bukan berdasarkan pengamalan nilai-nilai agama.

Indikator keberhasilan peserta didik hanya diukur pada hasil Ujian Nasional yang terbatas pada beberapa mata pelajaran tertentu seperti matematika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, sementara mata pelajaran yang membutuhkan pengamalan dan mengajarkan nilai-nilai moral tidak mendapat tempat dalam evaluasi belajar dan standar kompetensi serta mutu pendidikan.

Dengan kata lain, sistem pendidikan sekarang mengabaikan aspek pembentukan kepribadian peserta didik sebagaimana tujuan pendidikan, "membentuk manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa…" Dampaknya, banyak peserta didik dan anak-anak usia sekolah yang terjerat dalam seks bebas, penyalahgunaan narkotika dan obat-obat terlarang, perilaku kekerasan massal antar pelajar (tawuran) dan berbagai tindakan kriminal lainnya yang bersifat kasuistis seperti pencurian, pemerkosaan, pembunuhan.

Ragam tindak kriminal anak usia sekolah adalah resultante dari sistem pendidikan nasional yang tidak sepadan antara tujuan pendidikan dengan penyelenggaraan proses pendidikan. Upaya membentuk manusia Indonesia yang berkepribadian dan berakhlak mulia sebagaimana dicita-citakan dalam tujuan pendidikan nasional (pasal 2 UU No. 20 Tahun 2003) tidak sesuai dengan realitas. Dengan kata lain, perencanaan pendidikan Indonesia belum menemukan arah yang pasti.

Memperbaiki Sistem Pendidikan
Indonesia sudah memiliki modal besar terhadap kekayaan alam, tetapi kurangnya pengetahuan menyebabkan bangsa Indonesia baru memanfaatkan sedikit kekayaan alam yang dimiliki. Hal tersebut terjadi karena kurangnya SDM terdidik bahkan tidak sedikit hal ini dimanfaatkan negara-negara maju untuk menggali potensi kekayaan alam di Indonesia. Seharusnya hal tersebut menjadi perhatian sangat besar pemerintah agar mementingkan segmen pendidikan bangsa, sehingga dapat menggali kualitas SDM yang masih belum tergali atau mengayomi bibit unggul yang sudah dimiliki agar tidak juga dimanfaatkan negara lain atau dalam hal ini dibiayai untuk kemajuaan negara lain tersebut.

Memperbaiki sistem pendidikan pun menjadi sangat penting untuk diperhatikan karena melalui sistem pendidikan yang baik tiap individu mendapatkan wawasan, pengetahuan, keterampilan serta penanaman nilai dan sikap luhur.

Untuk itu, sangat diperlukan peranan berbagai pihak di bidang pendidikan karena pendidikan merupakan salah satu atau bahkan satu-satunya cara untuk bisa memajukan Indonesia sehingga menjadi bangsa yang memiliki budaya baik dan mengakar kepada seluruh masyarakat.

Tidak hanya orang tua dan guru, sudah semestinya pendidikan juga menjadi perhatian utama pemerintah agar semakin banyak terlahir SDM berkualitas yang mampu mengelola SDA negeri ini demi kemajuan bangsa.

Akhirnya, kita tentu sepakat bahwa mengelola SDM berbanding lurus dengan kemajuan bangsa. Kemajuan sebuah bangsa tidak terlepas bagaimana sebuah bangsa mengelola SDM dengan baik sebagai aset bangsa yang dapat membawa kemajuan. Jika kemajuan sebuah bangsa hanya bertopang pada SDA maka suatu saat nanti SDA yang dimiliki akan habis, sementara dengan mengelola SDM secara baik maka bangsa itu akan dapat eksis di dalam percaturan ekonomi global walau mungkin dengan keterbatasan SDA yang dimilikinya. Seperti halnya sebagian negara di Afrika dijajah karena kurangnya SDM terdidik, sebaliknya lihatlah Negara Jepang yang SDA-nya sanga kurang namun SDM-nya tinggi, menjadikannya disegani negara-negara tetangga bahkan dunia. (Oleh: Drs Riduan Siagian SH MH)

Penulis dosen STIE Bisnis Indonesia

sumber





Baca Selengkapnya

21 Cara Meningkatkan Motivasi Anak Didikmu

Secanggih apapun media, buku atau perangkat pembelajaran lainnya tidak akan berguna jika anak didik kita tidak termotivasi.
Motivasi, baik dari luar atau dalam, adalah kunci sukses anak didik pada hampir semua jenjang pendidikannya, dan guru dapat memainkan perannya dalam memfasilitasi dan menumbuhkan motivasi tersebut. memang gampang untuk berbicara daripada dilakukan, memotivasi anak didik tentu akan berbeda-beda dan membutuhkan waktu yang lama.

Inilah 21 langkah untuk meningkatkan motivasi siswa

1. Beri kepercayaan kepada siswa untuk mengendalikan 
beri kepercayaan kepada siswa untuk memilih dan mengkontrol apa yang terjadi di dalam kelas, ini salah satu cara agar mereka termotivasi sekaligus bertanggung jawab. contohnya, izinkan para siswa untuk memilih tugas apa yang akan mereka kerjakan atau masalah mana yang akan dikerjakan dengan tanggung jawab dan kontrol, yang selanjutnya memotivasi mereka untuk berbuat lebih.

2. Jelaskan Tujuan Pembelajaran
siswa akan kesusahan dan frustasi untuk menyelesaikan tugas atau bahkan untuk berperilaku di kelas jika mereka tidak mengerti betul tujuannya. siswa ingin tahu apa yang akan mereka dapatkan agar tetap termotivasi. pada awal semester, jelaskan tujuan, aturan dan sesuatu yang akan mereka dapatkan jadi siswa tidak akan pusing dan memiliki tujuan hasil kedepannya.

3. Ciptakan kondisi yang nyaman.
Sementara siswa perlu memahami bahwa ada konsekuensi tindakan mereka, lebih jauh berilah motivasi siswa dari ancaman dan beri hal positif. Ketika guru menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi siswa, menegaskan kepercayaan mereka terhadap kemampuan siswa daripada meletakkan konsekuensi, siswa jauh lebih mendapatkan dan tetap termotivasi untuk melakukan pekerjaan mereka. Pada akhir pembelajaran, siswa akan memenuhi harapan bahwa orang dewasa di sekitar mereka berkomunikasi, sehingga fokus pada bisa, bukan tidak bisa.

4. Ubah Gaya Kamu
Kelas adalah tempat yang tepat untuk belajar, tapi duduk di meja hari masuk dan keluar hari dapat membuat sekolah mulai tampak agak membosankan bagi sebagian siswa. Untuk memperbarui minat dalam materi pelajaran atau hanya belajar pada umumnya, berikan siswa Anda kesempatan untuk keluar dari kelas. keluar kelas menuju lapangan, membawa speaker, atau bahkan hanya kepala ke perpustakaan untuk beberapa penelitian. Otak mencintai perlu hal hal baru agar tetap fresh dan akhirnya akan lebih termotivasi.

5. Tawarkan pengalaman yang bervariasi
Tidak semua siswa akan merespon pelajaran dengan cara yang sama. Untuk beberapa, hands on pengalaman mungkin yang terbaik. Orang lain mungkin suka membaca buku dengan tenang atau untuk bekerja dalam kelompok. Dalam rangka menjaga semua siswa termotivasi, mencampur pelajaran Anda sehingga siswa dengan preferensi yang berbeda masing-masing membuat waktu terfokus pada hal-hal yang mereka sukai. Melakukan hal ini akan membantu siswa tetap terlibat dan memperhatikan.

6. Ciptakan Persaingan yang positif
Persaingan di kelas tidak selalu hal yang buruk, dan dalam beberapa kasus dapat memotivasi siswa untuk berusaha lebih keras dan bekerja untuk unggul. Bekerja untuk menumbuhkan semangat persaingan di kelas Anda, mungkin melalui pertandingan grup yang terkait dengan materi atau kesempatan lain bagi siswa untuk memamerkan pengetahuan mereka.

7. Beri hadiah.
Semua orang suka mendapatkan penghargaan, dan menawarkan siswa kesempatan untuk mendapatkan mereka adalah sumber motivasi. menonton film, atau bahkan sesuatu yang sederhana seperti stiker di atas kertas dapat membuat siswa bekerja lebih keras dan benar-benar bertujuan untuk mencapai. Pertimbangkan kepribadian dan kebutuhan siswa Anda untuk menentukan imbalan yang sesuai untuk kelas Anda

8. Beri siswa tanggung jawab.
Menetapkan pekerjaan siswa kelas adalah cara yang bagus untuk membangun komunitas dan untuk memberikan siswa rasa motivasi. Kebanyakan siswa akan melihat pekerjaan kelas sebagai suatu kehormatan bukan beban dan akan bekerja keras untuk memastikan bahwa mereka, dan mahasiswa lainnya, adalah harapan pertemuan. Hal ini juga dapat berguna untuk memungkinkan siswa untuk bergiliran memimpin kegiatan atau membantu sehingga masing-masing merasa penting dan dihargai.

9. Biarkan siswa untuk bekerja sama.
Meskipun tidak semua siswa akan memanfaatkan kesempatan untuk bekerja dalam kelompok, banyak orang akan merasa menyenangkan untuk mencoba memecahkan masalah, melakukan percobaan, dan bekerja pada proyek-proyek dengan siswa lain. Interaksi sosial dapat membuat mereka bersemangat tentang hal-hal di dalam kelas dan siswa dapat memotivasi satu sama lain untuk mencapai tujuan. Guru perlu memastikan bahwa kelompok-kelompok yang seimbang dan adil, bagaimanapun, sehingga beberapa siswa tidak melakukan pekerjaan lebih dari yang lain.

10. Berikan pujian.
Tidak ada bentuk lain dari motivasi yang bekerja cukup serta dorongan. Bahkan sebagai orang dewasa kita mendambakan pengakuan dan pujian, dan mahasiswa pada usia berapa pun tidak terkecuali. Guru dapat memberikan siswa motivasi atas keberhasilan , memberikan pujian untuk pekerjaan yang dilakukan dengan baik, dan berbagi pekerjaan teladan.

11. Mendorong refleksi diri.
Kebanyakan anak-anak ingin sukses, mereka hanya perlu bantuan mencari tahu apa yang harus mereka lakukan dalam rangka untuk sampai ke sana. Salah satu cara untuk memotivasi siswa Anda adalah untuk mendapatkan mereka untuk mengambil keras melihat diri mereka sendiri dan menentukan kekuatan dan kelemahan mereka sendiri. Siswa seringkali jauh lebih termotivasi dengan menciptakan jenis-jenis kritik dari diri mereka sendiri daripada dengan memiliki seorang guru melakukannya untuk mereka, karena membuat mereka merasa bertanggung jawab untuk menciptakan tujuan dan tujuan mereka sendiri.

12. Bersemangatlah.
Salah satu cara terbaik untuk mendapatkan siswa termotivasi adalah untuk berbagi antusiasme Anda. Bila Anda sangat gembira tentang mengajar, mereka akan jauh lebih bersemangat belajar. Sesederhana itu

13. Ketahui siswamu.
Mengenal siswa Anda adalah lebih dari sekedar menghafal nama mereka. Siswa perlu tahu bahwa guru mereka memiliki minat yang tulus dalam mereka dan peduli tentang mereka dan keberhasilan mereka. Ketika siswa merasa dihargai menciptakan lingkungan belajar yang aman dan memotivasi mereka untuk bekerja lebih keras, karena mereka ingin mendapatkan pujian dan umpan balik yang baik dari seseorang mereka merasa tahu dan menghormati mereka sebagai individu.

14. Manfaatkan minat siswa.
Mengetahui siswa Anda juga memiliki beberapa manfaat lain, yaitu bahwa hal itu memungkinkan Anda untuk berhubungan materi kelas untuk hal-hal yang siswa tertarik atau telah mengalami. Guru dapat menggunakan kepentingan untuk membuat hal-hal yang lebih menarik dan relatable kepada siswa, agar siswa termotivasi untuk lebih lama

15. Bantu siswa menemukan motivasi intrinsik.
Hal ini dapat menjadi besar untuk membantu siswa mendapatkan motivasi, tapi pada akhir hari mereka harus mampu membangkitkan motivasi mereka sendiri. Membantu siswa menemukan alasan pribadi mereka sendiri untuk melakukan pekerjaan kelas dan bekerja keras, entah karena mereka menemukan bahan yang menarik, ingin pergi ke perguruan tinggi, atau hanya senang belajar, adalah salah satu hadiah yang paling kuat yang dapat Anda berikan kepada mereka.

16. Kelola kecemasan siswa.
Beberapa siswa menemukan prospek tidak melakukan dengan baik sehingga kecemasan-merangsang sehingga menjadi diri-ramalan. Untuk siswa, guru mungkin menemukan bahwa mereka yang paling termotivasi dengan belajar yang berjuang dengan subjek bukanlah akhir dari dunia. Tawarkan dukungan tidak peduli apa hasil akhirnya adalah dan memastikan bahwa siswa tidak merasa begitu kewalahan oleh harapan bahwa mereka hanya menyerah.

17. Buatlah tujuan yang tinggi tetapi dicapai.
Jika Anda tidak mendorong siswa untuk melakukan lebih dari minimal, paling tidak akan berusaha untuk mendorong diri mereka sendiri. Siswa ingin ditantang dan akan bekerja untuk mencapai harapan yang tinggi asalkan mereka percaya tujuan tersebut berada dalam jangkauan mereka, jadi jangan takut untuk mendorong siswa untuk mendapatkan lebih banyak dari mereka

18. Berikan umpan balik peluang dan menawarkan untuk perbaikan.
Siswa yang berjuang dengan pekerjaan kelas kadang-kadang dapat merasa frustrasi dan turun pada diri mereka sendiri, menguras motivasi. Dalam situasi itu penting bahwa guru membantu siswa untuk belajar persis di mana mereka pergi salah dan bagaimana mereka dapat meningkatkan waktu berikutnya. Mencari tahu sebuah metode untuk mendapatkan di mana siswa ingin menjadi juga dapat membantu mereka untuk tetap termotivasi untuk bekerja keras.

19. Melacak kemajuan.
Hal ini dapat sulit bagi siswa untuk melihat seberapa jauh apa yang telah mereka peroleh, terutama dengan mata pelajaran yang sulit bagi mereka. Pelacakan dapat berguna di dalam kelas, tidak hanya untuk guru tetapi juga bagi siswa. Guru dapat menggunakan ini sebagai cara untuk memotivasi siswa, yang memungkinkan mereka untuk melihat secara visual seberapa banyak mereka belajar dan meningkatkan sebagai tahun berlangsung.

20. Buatlah hal-hal menyenangkan.
Tidak semua pekerjaan kelas perlu menjadi permainan atau waktu yang baik, tetapi siswa yang melihat sekolah sebagai tempat di mana mereka bisa bersenang-senang akan lebih termotivasi untuk memperhatikan dan melakukan pekerjaan yang diperlukan dari mereka daripada mereka yang menganggapnya sebagai tugas . Menambahkan kegiatan yang menyenangkan ke hari sekolah dapat membantu siswa yang berjuang untuk tetap terlibat dan membuat kelas menjadi tempat yang jauh lebih ramah bagi semua siswa.

21. Berikan kesempatan untuk sukses.
Siswa, bahkan yang terbaik, bisa menjadi frustrasi dan kehilangan motivasi ketika mereka merasa seperti mereka sedang berjuang atau tidak mendapatkan pengakuan bahwa siswa lain. Pastikan bahwa semua siswa mendapatkan kesempatan untuk bermain untuk kekuatan mereka dan merasa disertakan dan dihargai. Hal ini dapat membuat dunia yang berbeda dalam motivasi mereka.
Baca Selengkapnya

Strategi Pembelajaran yang Wajib Diketahui Siswa & Guru

“Saat seseorang berhenti belajar, saat itulah dia berhenti bertumbuh”, Juni Anton

Sebagai manusia, kita perlu belajar seumur hidup. Saat seseorang berhenti belajar saat itulah dia berhenti ‘bertumbuh’. Belajar tidak hanya pada sekolah saja, tetapi belajar juga terjadi dalam kehidupan. Dalam mencapai kesuksesan hidup seseorang harus memiliki strategi efektif. Tak terkecuali saat belajar di sekolah, kita juga harus memiliki strategi pembelajaran yang efektif dan efisien.

Strategi pembelajaran akan sulit diterapkan apabila kita tidak membiasakan diri sejak dini. Saat paling tepat untuk menguasai dan menjadi strategi pembelajaran sebagai bagian dari kehidupan adalah sejak masa sekolah.

Dalam tulisan ini saya akan membagikan strategi pembelajaran efektif dan berguna bagi para siswa. Selain itu, saya juga akan membagikan strategi pembelajaran dari sisi guru. Harapannya siswa dan guru dapat saling memahami strategi pembelajaran sehingga akan menciptakan hasil pembelajaran terbaik.

Sebelum itu, kita akan mengetahui arti dari strategi pembelajaran. Strategi adalah serangkaian kegiatan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. Pembelajaran adalah suatu proses memahami materi tertentu. Jadi strategi pembelajaran adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk memahami suatu materi.

Hanya sedikit sekolah yang benar-benar menerapkan strategi pembelajaran efektif. Umumnya sekolah hanya menerapkan strategi pembelajaran satu arah, maksudnya dari guru ke murid. Strategi pembelajaran ini tidak jelek, namun masih kurang efektif dalam konteks pelajaran tertentu.

Ketika saya masih sekolah, saya tidak pernah diajarkan strategi belajar. Sehingga saat belajar saya hanya menghafal. Ya! saya menganggap BELAJAR = MENGHAFAL. Saya hanya berusaha menghafal untuk melewati masa ujian. Ketika ujian selesai, saya tidak ingat materi pelajaran tesebut. Itulah akibatnya jika saya tidak memiliki strategi dalam pembelajaran.

Dari pengalaman itu, saya merasa PERLU ADA STRATEGI PEMBELAJARAN untuk para siswa agar mereka bisa benar-benar belajar saat di sekolah, bukan menghafal. Mereka tidak sekedar belajar untuk melewati masa ujian, tetapi belajar untuk menambah pengetahuan mereka. Nah, bagaimana strategi pembelajaran efektif?

STRATEGI PEMBELAJARAN UNTUK SISWA

Ada berbagai metode strategi pembelajaran, contohnya Bacakilat, MindMapping atau Teknik Memori. Mari kita bahas metode strategi pembelajaran berikut satu per satu.

BACAKILAT. Bacakilat merupakan cara belajar. Ditemukan oleh Mr. Agus Setiawan (Anda bisa mendapatkan bukunya di Gramedia terdekat, berjudul Bacakilat: Kiat Membaca 1 Halaman/Detik). Metode Bacakilat merupakan sistem belajar, terdiri dari 3 langkah sederhana dalam belajar yaitu Tujuan Membaca, Bacakilat, dan Aktivasi Manual.Tujuan Membaca berguna untuk menentukan target yang ingin dicapai oleh siswa. Bacakilat adalah langkah (satu-satunya) memasukan informasi ke pikiran bawah sadar, yang mana pikiran bawah sadar berperan 88% dalam kehidupan kita. Aktivasi Manual adalah langkah membuat pikiran sadar memahami pelajaran. Ketiga langkah ini merupakan serangkaian strategi untuk memperkuat pemahaman kita dalam membaca.Strategi atau metode pembelajaran ini merupakan perpaduan dari berbagai teknik membaca dan teknik memory paling efektif di dunia. Pendekatan belajar Bacakilat sangat berbeda dengan cara belajar lainnya.

MINDMAPPING. MindMapping adalah cara belajar dengan pendekatan optimasi otak kiri dan kanan secara bersamaan. Metode strategi pembelajaran ini pertama diciptakan oleh Tony Buzan karena terinspirasi oleh akar pohon.Prinsip kerja metode pembelajaran ini sangat sederhana yakni berdasarkan prinsip otak kiri dan otak kanan. Otak kiri merupakan bagian yang cenderung berhubungan dengan analisa, angka, logika, detail. Sedangkan otak kanan merupakan bagian yang berhubungan dengan kreativitas, imajinasi, gambaran besar, konseptual.Dalam proses belajar kita cenderung menggunakan ingatan kita, setelah memahami materi pelajaran. Memory sangat erat kaitannya dengan otak kanan sehingga belajar menggunakan dominan otak kanan akan terasa seru,menyenangkan dan mudah untuk di ingat.Bagaimana belajar dengan pendekatan otak kanan? Dalam mindmap, kita akan membuat atau meringkas materi pembelajaran dengan menggunakan kata kunci (otak kanan), warna (otak kanan), dan gambar (otak kanan). Semua itu adalah cara belajar dengan pendekatan otak kanan.Mindmapping tidak hanya berguna untuk pembelajaran saja, tetapi juga untuk mencatat, meringkas, hingga perencanaan.

TEKNIK MEMORY. Jika kita harus berhadapan dengan urusan menghafal, otak langsung merasa malas. Untuk membuat menghafal menjadi mudah dan menyenangkan, kamu bisa menggunakan strategi pembelajaran ini.Mirip dengan mindmapping, metode pembelajaran teknik memory menggunakan pendekatan dominan otak kanan. Ada beberapa model pembelajaran teknik memori antara lain teknik lokasi, teknik plesetan, teknik jembatan keledai, dan lain sebagainya.


PENDEKATAN PEMBELAJARAN UNTUK GURU

Selain siswa, guru juga harus memiliki pendekatan pembelajaran atau mengajar efektif. Dengan kata lain, guru juga perlu memiliki strategi jitu. Kita tidak bisa bertepuk tangan jika hanya menggunakan satu tangan saja, kita perlu dua.

Begitu juga dalam pembelajaran, kita tidak bisa hanya mengandalkan siswa saja dalam menghasilkan pembelajaran sukses, guru juga harus berperan aktif.

Berikut pendekatan pembelajaran pilihan, Anda bisa menerapkannya untuk siswa Anda.
KONTEKSTUAL. Pendekatan Kontekstual yaitu pendekatan pembelajaran yang memposisikan siswa sebagai pelaku. Siswa mengalami kegiatan sendiri di lingkungannya.Pada pendekatan pembelajaran ini guru menuntut untuk membuat strategi pembelajaran variatif untuk mengajar siswa, tetapi membelajarkan atau memberdayakan siswa.Dalam kelas, peran guru adalah membantu siswa mencapai tujuannya. Guru lebih fokus memberi informasi, mengelola kelas menjadi sebuah tim, dan menemukan hal baru bagi kelas. Murid dapat belajar menemukan pengetahuan secara sendiri, tidak hanya dari kata guru semata.
KONSTRUKTIVISME. Pendekatan Konstuktivisme yaitu pendekatan pembelajaran ini memiliki dasar berpikir mirip dengan pendekatan pembelajaran kontekstual namun perbedaannya terletak pada siswa diberikan stimulus pengetahuan yang lebih sering.Pendekatan ini dapat membantu siswa menyerap pengetahuan secara aktif dari proses pembelajaran sebelumnya dan pembelajaran yang baru.
DEDUKTIF – INDUKTIF. Pendekatan Deduktif – Induktif yaitu pendekatan yang berbeda namun saling mendukung.Pendekatan deduktif ditandai dengan penjelasan konsep, definisi, dan istilah-istilah pada bagian awal pembelajaran.Pendekatan deduktif didasari oleh pemikiran bahwa proses pembelajaran akan berlangsung dengan baik bila siswa mendapatkan gambaran besar terlebih dahulu. Lalu diikuti dengan pendekatan induktif yang menggunakan data atau informasi detail untuk membangun konsep atau memberikan pengertian pada siswa.Dengan pendekatan ini, siswa dapat memahami pelajaran dari gambaran besar hingga spesifik.

Ketiga pendekatan ini bisa digunakan oleh guru untuk menciptakan suasana pembelajaran yang lebih efektif dan efisien. Saran saya silahkan PILIH PENDEKATAN YANG PALING SESUAI untuk Anda.

Dengan pendekatan yang tepat, guru dapat menambahkan beberapa metode pembelajaran efektif untuk semakin mempermudah murid dalam belajar. Berikut beberapa metode yang efektif:
METODE DISKUSI. Metode diskusi adalah model (metode) pembelajaran yang erat hubungannya dengan pemecahan masalah (problem solving).Metode ini sangat bermanfaat untuk mendorong siswa berpikir kritis, mengekspresikan pendapatnya dengan bebas, melibatkan siswa dalam memecahkan masalah bersama, dan memecahkan masalah berdasarkan pertimbangan bersama.Dengan metode ini siswa dapat berlatih berargumen dan membuat keputusan.
METODE DEMONSTRASI. Metode ini adalah metode yang dilakukan dengan membimbing siswa memperagakan sesuatu misalnya barang, kejadian, aturan atau urutan dalam melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui media tertentu.Metode ini sangat bermanfaat karena menggunakan pendekatan siswa sebagai pusat perhatian, siswa lebih melihat pembelajaran secara konkrit, selain itu pembelajaran ini juga melibatkan pengalaman dan kesan bagi siswa.
METODE GABUNGAN. Metode pembelajaran ini merupakan perpaduan dari berbagai metode yaitu ceramah dan metode lainnya. Paling tidak ada tiga macam metode pembelajaran ini yaitu ceramah plus tanya jawab dan tugas, ceramah plus diskusi dan tugas, ceramah plus demonstrasi dan latihan.Metode ini sangat efektif karena melibat lebih dari satu cara. Siswa yang memiliki latar belakang berbeda-beda lebih mudah terjangkau dengan pendekatan atau metode pembelajaran secara variatif.

PILIHLAH METODE YANG PALING TEPAT untuk Anda mengajar, dengan harapan siswa dapat menerima hasil yang maksimal.

Jadi untuk menghasilkan pembelajaran yang maksimal, kita perlu menggunakan strategi yang tepat. Strategi pembelajaran yang efektif (menurut saya) adalah MELIBATKAN KEDUA PIHAK yaitu GURU dan SISWA dengan menggunakan strategi, metode, atau pendekatan paling tepat.

Semoga dengan mengimplementasikan strategi pembelajaran yang tepat, kita bisa membantu siswa untuk menjadi orang sukses di hari esok.

Bagaimana pendapat Anda? Mari kita diskusikan di bawah ini.
Baca Selengkapnya

4 Cerita Motivasi Kerja yang Menakjubkan


Saudaraku semua berikut ini 4 cerita tentang motivasi dalam kerja yang dapat menjadi inspirasi yang menakjubkan bagi kita untuk meningkatkan prestasi dan karir kita semua yang membacanya, baik itu wirausaha, pengusaha maupun karyawan. Semuanya cukup singkat untuk dibaca, dan ada yang lucu serta ada dari kisah nyata dimana tokohnya adalah seorang pekerja keras. Diambil dari berbagai motivator terkenal seperti Andrie Wongso ataupun mario teguh.

Seperti kita tahu kadang saat kita bekerja, itu menjadi sebuah rutinitas yang menyebalkan. Kadang ingin kita keluar dari hal itu dan membentuk sesuatu yang baru walau terkadang kita juga takut akan berubah. Semua cerita dibawah ini ada yang fiktif dan ada yang benar-benar kisah nyata. Namun semuanya mengajarkan kita bagaimana seharusnya manusia hidup, bagaimana dengan bekerja keras kita bisa mendapatkan apapun yang kita inginkan sehingga kita bisa disebut menjadi orang sukses. Jalan untuk menuju ke sana memang tidak mudah bahkan terkadang terasa lebih sulit daripada kemampuan yang kita miliki. Tapi percayalah setiap kesulitan ada akhirnya, dengan keberanian dan kerja keras kita bisa mengubahnya, kita bisa mendapatkan apapun yang bahkan mungkin bagi orang lain adalah hal mustahil untuk dilakukan.berikut adalah kumpulan cerita motivasi yang pastinya sangat berguna bagi para pekerja keras seperti pengusaha atau karyawan…

1. Cerita Motivasi Kerja : Kisah Si Penebang Pohon


Alkisah, seorang pedagang kayu menerima lamaran seorang pekerja untuk menebang pohon di hutannya. Karena gaji yang dijanjikan dan kondisi kerja yang bakal diterima sangat baik, sehingga si calon penebang pohon itu pun bertekad untuk bekerja sebaik mungkin.

Saat mulai bekerja, si majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerja yang harus diselesaikan dengan target waktu yang telah ditentukan kepada si penebang pohon.

Hari pertama bekerja, dia berhasil merobohkan 8 batang pohon. Sore hari, mendengar hasil kerja si penebang, sang majikan terkesan dan memberikan pujian dengan tulus, “Hasil kerjamu sungguh luar biasa! Saya sangat kagum dengan kemampuanmu menebang pohon-pohon itu. Belum pernah ada yang sepertimu sebelum ini. Teruskan bekerja seperti itu”.

Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari si penebang bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 7 batang pohon. Hari ketiga, dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hasilnya tetap tidak memuaskan bahkan mengecewakan. Semakin bertambahnya hari, semakin sedikit pohon yang berhasil dirobohkan. “Sepertinya aku telah kehilangan kemampuan dan kekuatanku, bagaimana aku dapat mempertanggungjawabkan hasil kerjaku kepada majikan?” pikir penebang pohon merasa malu dan putus asa. Dengan kepala tertunduk dia menghadap ke sang majikan, meminta maaf atas hasil kerja yang kurang memadai dan mengeluh tidak mengerti apa yang telah terjadi.

Sang majikan menyimak dan bertanya kepadanya, “Kapan terakhir kamu mengasah kapak?”
“Mengasah kapak? Saya tidak punya waktu untuk itu, saya sangat sibuk setiap hari menebang pohon dari pagi hingga sore dengan sekuat tenaga”. Kata si penebang.

“Nah, disinilah masalahnya. Ingat, hari pertama kamu kerja? Dengan kapak baru dan terasah, maka kamu bisa menebang pohon dengan hasil luar biasa. Hari-hari berikutnya, dengan tenaga yang sama, menggunakan kapak yang sama tetapi tidak diasah, kamu tahu sendiri, hasilnya semakin menurun. Maka, sesibuk apapun, kamu harus meluangkan waktu untuk mengasah kapakmu, agar setiap hari bekerja dengan tenaga yang sama dan hasil yang maksimal.

Sekarang mulailah mengasah kapakmu dan segera kembali bekerja!” perintah sang majikan. Sambil mengangguk-anggukan kepala dan mengucap terimakasih, si penebang berlalu dari hadapan majikannya untuk mulai mengasah kapak.

Sama seperti si penebang pohon, kita pun setiap hari, dari pagi hingga malam hari, seolah terjebak dalam rutinitas terpola. Sibuk, sibuk dan sibuk, sehingga seringkali melupakan sisi lain yang sama pentingnya, yaitu istirahat sejenak mengasah dan mengisi hal-hal baru untuk menambah pengetahuan, wawasan dan spiritual. Jika kita mampu mengatur ritme kegiatan seperti ini, pasti kehidupan kita akan menjadi dinamis, berwawasan dan selalu baru !


2. Cerita Motivasi : Kerja Adalah Kehormatan

Seorang eksekutif muda sedang beristirahat siang di sebuah kafe terbuka. Sambil sibuk mengetik di laptopnya, saat itu seorang gadis kecil yang membawa beberapa tangkai bunga menghampirinya.

”Om beli bunga Om.”

”Tidak Dik, saya tidak butuh,” ujar eksekutif muda itu tetap sibuk dengan laptopnya.

”Satu saja Om, kan bunganya bisa untuk kekasih atau istri Om,” rayu si gadis kecil.

Setengah kesal dengan nada tinggi karena merasa terganggu keasikannya si pemuda berkata, ”Adik kecil tidak melihat Om sedang sibuk? Kapan-kapan ya kalo Om butuh Om akan beli bunga dari kamu.”

Mendengar ucapan si pemuda, gadis kecil itu pun kemudian beralih ke orang-orang yang lalu lalang di sekitar kafe itu. Setelah menyelesaikan istirahat siangnya, si pemuda segera beranjak dari kafe itu. Saat berjalan keluar ia berjumpa lagi dengan si gadis kecil penjual bunga yang kembali mendekatinya.

”Sudah selesai kerja Om, sekarang beli bunga ini dong Om, murah kok satu tangkai saja.” Bercampur antara jengkel dan kasihan si pemuda mengeluarkan sejumlah uang dari sakunya.

”Ini uang 2000 rupiah buat kamu. Om tidak mau bunganya, anggap saja ini sedekah untuk kamu,” ujar si pemuda sambil mengangsurkan uangnya kepada si gadis kecil. Uang itu diambilnya, tetapi bukan untuk disimpan, melainkan ia berikan kepada pengemis tua yang kebetulan lewat di sekitar sana.

Pemuda itu keheranan dan sedikit tersinggung. ”Kenapa uang tadi tidak kamu ambil, malah kamu berikan kepada pengemis?” Dengan keluguannya si gadis kecil menjawab, ”Maaf Om, saya sudah berjanji dengan ibu saya bahwa saya harus menjual bunga-bunga ini dan bukan mendapatkan uang dari meminta-minta. Ibu saya selalu berpesan walaupun tidak punya uang kita tidak bolah menjadi pengemis.”

Pemuda itu tertegun, betapa ia mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari seorang anak kecil bahwa kerja adalah sebuah kehormatan, meski hasil tidak seberapa tetapi keringat yang menetes dari hasil kerja keras adalah sebuah kebanggaan. Si pemuda itu pun akhirnya mengeluarkan dompetnya dan membeli semua bunga-bunga itu, bukan karena kasihan, tapi karena semangat kerja dan keyakinan si anak kecil yang memberinya pelajaran berharga hari itu.

Tidak jarang kita menghargai pekerjaan sebatas pada uang atau upah yang diterima. Kerja akan bernilai lebih jika itu menjadi kebanggaan bagi kita. Sekecil apapun peran dalam sebuah pekerjaan, jika kita kerjakan dengan sungguh-sungguh akan memberi nilai kepada manusia itu sendiri. Dengan begitu, setiap tetes keringat yang mengucur akan menjadi sebuah kehormatan yang pantas kita perjuangan.

3. Cerita Nyata : Buah Kerja Keras Tukang Cuci Piring di AS

Sekitar 6 tahun lalu, tepatnya tahun 2005, pria bernama Rudi Suparto ini terbang ke Amerika Serikat demi mencari uang lebih. Namun ternyata, mantan sales manager ini tak bisa mendapat pekerjaan yang lebih baik selain tukang cuci piring di sebuah restoran.

Awal kehidupannya di Amerika Serikat terbilang tidak mudah bagi pria kelahiran Surabaya, Jawa Timur ini. Betapa tidak, ia sebenarnya tidak bisa berbahasa Inggris. Alhasil, hanya tukang cuci piringlah yang bisa dijadikan nafkah penghidupannya di tahun-tahun pertama di negeri Paman Sam ini. “Sedih sekali sebenarnya waktu itu. Saya tidak biasanya memegang sampah dan kotoran makanan,” kisah Rudi.

Luar biasanya, kondisi menyedihkan ini tidak membuat Rudi pantang menyerah. Justru ia menjadikan keadaannya itu sebagai bahan pelajaran sehingga pada akhirnya ia mengetahui cara memasak dan seluk beluk restoran.

Ketekunan dan kegigihannya selama beberapa tahun tersebut akhirnya menghasilkan sebuah restoran cepat saji miliknya sendiri, yang diberi nama Wok Express. Restoran ini terletak di jalan utama kompleks kasino, Las Vegas, Amerika Serikat.

Ibarat kacang yang tak lupa akan kulitnya, Rudi pun ikut membantu sesama imigran asal Indonesia. Seluruh karyawannya adalah orang Indonesia, dan hanya juru masaknya saja yang warga China.

Meski sudah memiliki kehidupan mapan di Amerika, Rudi tetap berencana untuk menghabiskan masa tuanya di Indonesia. Karena itu, ia selalu berusaha berbahasa Indonesia dengan anak-anaknya supaya bahasa ibu mereka tidak hilang.

Pencapaian Rudi Suparto ini membuktikan bahwa setiap peluh kerja keras di bidang apa pun bila ditekuni dengan niat baik dapat berbuahkan kesuksesan yang manis. Selain itu, apa yang dilakukan Rudi juga patut dicontoh. Sejauh apa pun kita melalang buana dan apalagi menuai keberhasilan di negeri orang, layaknya kita tidak melupakan kampung halaman. Luar Biasa!


4. Cerita Motivasi Nyata: Kerja Keras Tak Pernah Sia-Sia
Coba Gooding Jr. dikenal sebagai aktor yang memiliki karakter kuat. Sejumlah filmnya laris di pasaran dan mendapat berbagai penghargaan. Selain Jerry Maguire di mana ia bermain dengan Tom Cruise, Gooding juga main bagus dalam film A View Good Men (film peraih 4 Oscar) bersama Cruise, Demi Moore, dan Jack Nicholson, di As Good as It Gets (2 Oscar) bersama Jack Nicholson, Men of Honor bersama Robert de Niro di mana ia dinominasikan meraih Oscar keduanya, dan sejumlah film lain.

Gooding lahir di New York pada 2 Januari 1968. Keluarganya pindah ke Los Angeles saat Gooding berusia empat tahun. Di kota ini grup band ayahnya meraih kesuksesan dengan single lagunya yang populer, Everybody Plays the Fool. Tetapi sukses itu berujung buruk karena sang ayah meninggalkan mereka.

Dengan orangtua tinggal separuh, sekolah Gooding jadi berantakan. Ia berkali-kali pindah sekolah. Meski begitu, saat duduk di bangku SMA ia mulai mengembangkan bakat seninya dengan ikut kegiatan drama sekolah.

Selain drama ia juga ikut kegiatan ekstra kulikuler cross country dan juga break dance. Kemampuannya bermain break dance tertangkap pemandu bakat Hollywood yang kemudian mengajaknya main sebagai pembuka pertunjukan penyanyi Lionel Richie dan Paula Abdul pada tahun 1984. Berkat break dance juga ia tampil sebagai penari pada pembukaan Olimpiade Los Angeles 1984.

Meski seni peran ia tekuni dengan baik, selepas SMA ia malah berlatih beladiri Jepang. Saat itu prospeknya di dunia akting belum ia dapatkan. Namun usaha kerasnya akhirnya membawa hasil. Pada tahun 1986 ia mendapat peran pertama di serial televisi Hill Street Blues meski hanya dua episode. Setelah itu ia berperan kecil dalam beberapa serial televisi lain, termasuk salah satunya serial McGyver yang terkenal itu.

Ia mulai main di layar lebar tahun 1988 melalui film Coming to America. Ia berperan menjadi figuran seorang anak yang tengah dicukur. Lama kelamaan perannya makin besar sampai main cukup panjang di film Boyz n the Hood (1991). Film ini masuk nominasi peraih Oscar untuk sutradara terbaik dan skenario terbaik dan Gooding ikut menjadi sorotan karena berperan baik sebagai Tré Styles. Dari sinilah kebintangannya mulai kelihatan. Sejak itu ia mendapat berbagai tawaran untuk main dengan sejumlah bintang film besar.

Sukses memang sudah ia raih saat ini. Namun waktu krusialnya, menurut Gooding, saat di SMA. Ia begitu serius belajar drama tak peduli apa halangannya. “Waktu terberat adalah saat SMA, (saat itu) saya tak punya pekerjaan dan selalu kesulitan. Saya pergi untuk audisi baik naik bis atau jalan kaki (karena tak punya uang),” katanya. Terbukti kerja keras tak pernah sia-sia.
Baca Selengkapnya

Jumat, 28 November 2014

IPA Itu Menyenangkan !!!

Pada intinya, anak-anak itu suka bermain. Tidak ada yang bisa melarang, anak-anak itu selalu senang bermain dan segala hal yang menyenangkan. Mereka tidak suka dengan suasana yang penuh dengan perarturan dan mereka ingin bebas berekspresi. Kenapa aku bisa menyimpulkan hal seperti itu? Karena aku pernah menjadi anak-anak, aku tahu dan mengerti apa yang mereka rasakan dan apa yang mereka inginkan.


Selama aku menjadi seorang guru, aku akan selalu berusaha memahami murid-muridku. Aku akan berusaha membuat suasana kelas menjadi menyenangkan. Ketika suasana menyenangkan, mereka pasti akan menganggap bahwa belajar itu adalah sebuah kegiatan yang menyenangkan bukan membosankan.

Kalau di dalam kamus praktis Bahasa Indonesia, guru itu orang yang kerjaannya mengajar. Menurutku pengertian itu sangatlah membosankan. Coba bayangkan apalah jadinya tiap hari mengajar? Aku selalu membayangkan setiap hari itu bermain. Setiap hari aku bermain dengan murid-muridku dan dalam kegiatan bermain itu aku berbagi ilmu. Aku ingin ketika belajar anak-anakku itu bergembira dan aktif.

Aku ingin berbagi cerita tentang betapa menyenangkan belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Dulu aku selalu bingung sebenarnya apa sih kelebihanku selain kelebihan berat badan (eh?!)? Sampai pada akhirnya salah satu temanku mengatakan kehebatanku adalah cara aku menyampaikan atau bercerita tentang sesuatu. Aku ingin mencoba kehebatanku itu dalam pelajaran IPA untuk pesawat sederhana dan sifat cahaya.

Sebelum pergi ke sekolah aku mempersiapkan seluruh bahan ajar. Aku membuat sebuah pesawat dari kertas lipat dengan membawa bendera merah putih, lalu kotak speaker serta buku tulis yang akan aku jadikan sebuah rumah dengan atap. Satu lagi adalah bendera merah putih yang akan aku pinjam setibanya di sekolah nanti. Setelah aku siap dengan semua peralatan aku segera berangkat.

“Selamat pagi teman-teman, hari ini ibu punya satu cerita menarik,” ujarku setelah mereka berdoa.

“ Suatu hari ada sebuah pesawat sederhana yang terbang mengelilingi Indraloka 2 dengan membawa bendera merah putih (sambil menggerak-gerakkan pesawat dari kertas lipat mengelilingi kelas). Tiba-tiba pesawat sederhana ini mengalami ganguan! Sang pilot segera melakukan pendaratan darurat. Karena tidak ada landasan luas untuk mendarat, pesawat pun mendarat di atap sebuah rumah. Sang pilot berteriak kepada penduduk sekitar untuk menolongnya turun (sambil menyangkutkan pesawat di rumah yang terbuat dari tumpukan kotak speaker dan buku yang dibuka lebar menyerupai suatu atap).

Warga setempat datang lalu membawa jungkat-jungkit untuk menurunkan pesawat dari atap rumah (sambil menyelipkan penggaris besi di bawah kotak speaker, lalu membuat gerakan mengungkit sehingga pesawat jatuh dari atas buku). Pesawat pun segera meluncur dari atap yang bentuknya miring. Warga segera mengangkat pesawat sederhana dengan menggunakan roda dorong.

Sang pilot mengucapkan terima kasih kepada masyarakat karena sudah membantunya,” selesai aku bercerita dan anak-anak pun bertepuk tangan.

“Eh teman-teman, bendera yang dibawa oleh pesawat sederhana ketinggalan nih, enaknya kalau ada bendera kita apain yah?”

“Dipasang di tiang bendera Bu !” jawab seorang anak.

“Ya betul sekali,” jawabku pasti sambil menarik bendera merah putih milik sekolah dari dalam saku celanaku. Anak-anak terkesima melihat gerakanku, mungkin mereka pikir aku tukang sulap yang bisa mengubah bendera kecil dari kertas menjadi bendera yang biasa mereka gunakan untuk upacara bendera.

“Ayo kita pasang benderanya di tiang bendera!”

Aku bersama murid-muridku lari ke lapangan sekolah. Lalu kami mengadakan upacara kecil. Mengibarkan bendera merah putih seraya menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Selesai upacara kecil aku mengajak mereka duduk melingkar di lapangan sekolah yang beralaskan rumput. Aku menjelaskan, bah secara tidak langsung kita sedang membahas tentang jenis-jenis pesawat sederhana, yaitu bidang miring (atap rumah), tuas (jungkat-jungkit), roda (untuk mengangkut pesawat), dan katrol (bendera yang dikerek). Mereka terkesima dan saling pandang. Murid-muridku tidak percaya bahwa mereka baru saja belajar mengenai pesawat sederhana.

Setiap pelajaran IPA, aku selalu bertanya mengenai pesawat sederhana dan Alhamdulillah mereka pun selalu mengingatnya.

Setelah berhasil dengan pesawat sederhana, aku mencoba kembali mengajak murid-muridku bermain ketika belajar tentang sifat cahaya dalam pertemuan selanjutnya. Kali ini aku cukup membawa senter dari rumah.

Setelah menyapa, aku mengajak muridku untuk duduk di lapangan sekolah. Aku meminta mereka menutup mata dan menyebutkan apa yang mereka lihat.

“Woalah bu,, bu,, ya ga bisa lihat apa-apa lah bu, kan matanya lagi ketutup,” jawab seorang anak.

Setelah itu aku minta mereka untuk membuka matanya. Mereka merasa silau karena cahaya matahari. Lalu sedikit aku bercerita, tentang listrik yang selalu mati jam sebelas malam. Suasana menjadi gelap hingga tidak bisa melihat apa-apa.

“Ketika kalian tidak bisa melihat apa-apa, biasanya apa yang kalian gunakan?”

“Lampu,”

“Lilin,”

“Cahaya bulan bu!” jawab seseorang diiringi oleh gelak tawa teman-teman lainnya.

Aku pun segera menjelaskan kepada mereka tentang sumber-sumber cahaya. Bahwa senya benda yang dapat memancarkan cahata disebut dengan sumber cahaya.

“Nah sekarang coba kalian gambar matahari, lalu di bawah matahari kalian gambar warga kelas 5. Ada ibu, Rizal, Fahim, Rio, Wayan, Beni, Adi, Ayu, Ida, Siti, Desi, Efi dan Jumi. Setiap anak mendapat satu garis matahari.”

Mereka pun menggambar sambil bercanda.

“Coba perhatikan gambar kalian, sinar mataharinya lurus apa tidak?”

“Lurus Bu!”

“Betul sekali, jadi menurut kamu cahaya itu kalo merambat lurus apa bergerigi?”

“Lurusssss..”

“Betul sekali, salah satu sifat cahaya adalah lurus. Sekarang yuk kita kembali ke kelas!”

Semua anak berlarian menuju tempat duduknya masing-masing. Kali ini aku mengeluarkan senter, lalu meminjam piring, mangkok, bening, gelas berisi air dan sebatang lidi. Aku meminta dua orang anak maju ke depan, yang satu pegang senter dan yang satu lagi pegang piring serta mangkok bening. Murid yang lain diminta memperhatikan bagamana sifat cahaya selanjutnya.

“Kalau cahaya senter diarahkan ke piring, kalian bisa melihat cahayanya tidak?”

“Tidak..”

“Kalau cahaya senter diarahkan ke piring bening?”

“Kelihatan Bu..”

Aku pun segera menjelaskan piring itu benda gelap karena tidak bisa ditembus oleh cahaya, sedangkan mangkok merupakan benda bening yang dapat ditembus oleh cahaya. Lagi-lagi aku melihat kepuasan dari muka mereka.

Aku pun melanjutkan kegiatan selanjutnya. Kali ini aku menggunakan gelas yang berisi air lalu aku memasukkan batang lidi kedalam gelas tersebut.

“BUUUUUUUUU, lidinya bengkok!” teriak mereka kagum. Seolah-olah aku ini tukang sulap.

“ Nah, bengkok kan. Ini bukan sulap, tapi ini yang disebut dengan pembiasan. Apa?”

“Pembiasan”

“Apa yang terjadi kepada lidi, juga terjadi kepada cahaya. Cahaya juga dapat dibiaskan jika melewati dua medium yang berbeda. Medium yang pertama adalah udara, dan medium kedua adalah air.

Kegiatan yang paling akhir adalah kami semua bergerak menuju motorku. Aku memberikan instruksi agar semua anak bisa melihat wajahnya masing-masing di kaca spion. Mereka pun langsung beraksi dengan membuat mimik wajah yang aneh lalu tertawa. Aku menyorotkan senter ke kaca, lalu aku bertanya:

“Apakah kalian bisa melihat cahaya tersebut?”

“Bisa bu! Cahayanya mantul yah bu.”

Aku tersenyum bangga, mereka menyimpulkan sendiri sifat cahaya yang terakhir bahwa cahaya dapat dipantulkan.

Menyenangkan bukan? Kita mengajarkan sesuatu dengan cara bermain. Tanpa disadari mereka pun mendapatkan ilmu yang ingin kita sampaikan. Belajar tanpa ada rasa bosan sama sekali. Anak-anak berimajinasi melalui sebuah cerita dan selalu mengingat isi dari cerita tersebut. Anak-anak pun bergerak bebas kesana kemari, melibatkan pancaindra, praktek langsung, sehingga secara tidak langsung menjadi lebih kreatif. Guru senang murid senang, belajar pun menjadi kegiatan yang menyenangkan.
Baca Selengkapnya

Permendikbud Nomor 104 Tahun 2014 tentang Penilaian Hasil Belajar

Untuk yang kesekian kalinya dalam rentangan 2 tahun terakhir Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia telah mengeluarkan beberapa Permendikbud 'terbaru' tentang pedoman penilaian. Kali ini adalah Permendikbud nomor 104 tahun 2014 yang ditandatangani oleh mantan menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia yang lalu, Bapak M Nuh.


Perbedaan yang mendasar dengan permendikbud-permendikbud sebelumnya yang berisi pedoman penilaian, yakni Permendikbud nomor 66 tahun 2013 tentang standar penilaian, Permendikbud nomor 81A tahun 2013 tentang implementasi kurikulum 2013 dan paling akhir Permendikbud no 59 tahun 2014 tentang kurikulum 2013 SMA/MA yang disahkan pada tanggal 2 Juli 2014, adalah pada rentangan nilai dan penulisan angka pada rapor. 

Permendikbud 'terbaru' nomor 104 tahun 2014 tentang pedoman penilaian kurikulum 2013 ini sudah bisa dipakai sejak mulai diundangkan tanggal 8 Oktober 2014. Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini semua ketentuan tentang Penilaian Hasil Belajar pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yang sudah ada sebelum Peraturan Menteri ini berlaku, tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri ini. Kemudian, semua ketentuan tentang Rapor yang ada sebelum Peraturan Menteri ini berlaku, wajib menyesuaikan dengan Peraturan Menteri ini paling lambat 1 (satu) tahun.

Beberapa hal yang mungkin berbeda dari permen-permen sebelumnya adalah pada cara perolehan nilai, rentangan nilai dan penulisan rapor.
Nilai akhir yang diperoleh untuk ranah sikap diambil dari nilai modus (nilai yang terbanyak muncul). Nilai akhir untuk ranah pengetahuan diambil dari nilai rerata. Nilai akhir untuk ranah keterampilan diambil dari nilai optimal (nilai tertinggi yang dicapai).

Kemudian pada format rapor yang lalu penulisan angka pengetahuan dan keterampilan ditulis dengan angka yang merupakan hasil konversi. Untuk yang sekarang, merujuk pada permendikbud nomor 104 tahun 2014 penulisan angka di rapor adalah capaian real dari siswa. Jadi, misalnya siswa mendapat nilai 3,21 tetap dicantumkan 3,21 tanpa dikonversi.
Perbedaan lainnya adalah pada rentangan nilai. Berikut ini tabel rentangan nilai dan konversi skor ke predikat

Demikian postingan tentang Permendikbud Nomor 104 Tahun 2014 mengenai Penilaian Hasil Belajar. Semoga bermanfaat.
Baca Selengkapnya

Format RPP Pada Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pembelajaran

Format RPP pada kurikulum 2013 mengalami beberapa perubahan. Format RPP sebelumnya diatur pada permendikbud Nomor 81A tentang implementasi kurikulum. Format RPP dalam permendikbud nomor 81A adalah sebagai berikut:
IDENTITAS
A. Kompetensi Inti (KI)
B. Kompetensi Dasar dan Indikator
1. KD Pada KI-1
2. KD Pada KI-2
3. KD Pada KI-3
Indikator:___
4. KD Pada KI-4
Indikator:___
C. Tujuan Pembelajaran
D. Materi Pembelajaran
E. Media/Alat, Bahan dan Sumber Belajar
F. Metode Pembelajaran
G. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran
H. Penilaian.

Selain itu format RPP juga diatur dalam permendikbud nomor 58 tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 SMP dan Permendikbud Nomor 59 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 SMA. Di permen 58 tahun 2014 format RPP mengalami perubahan dari permendikbud 81A, yaitu dihilangkannya Tujuan Pembelajaran dan Metode Pembelajaran. Sedangkan di permendikbud nomor 59 tahun 2014 format RPP beragam masing-masing mata pelajaran, ada yang tetap seperti permendikbud nomor 81A/2013 ada pula yang menghilangkan Tujuan Pembelajaran dan Metode Pembelajaran. Ketika saya mengikuti Bimtek wakasek kurikulum di Surabaya, instruktur menyatakan bahwa di permendikbud nomor 59/2014 banyak sekali kontroversi sehingga kami diminta untuk menelaah untuk usulan revisi permen 59/2014.

Selanjutnya diterbitkan permendikbud nomor 103 tahun 2014 tentang Pedoman Pelaksanaan Pembelajaran. Permendikbud itu merupakan pedoman pelaksanaan pembelajaran untuk jenjang SD, SMP/MTs dan SMA/MA/SMK. Salah satu isi permendikbud nomor 103/2014 adalah format RPP seperti di bawwah ini:
IDENTITAS
A. Kompetensi Inti
B. Kompetensi Dasar
1. KD pada KI-1
2. KD Pada KI-2
3. KD Pada KI-3
4. KD Pada KI-3
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
1. Indikator KD pada KI-1
2. Indikator KD Pada KI-2
3. Indikator KD Pada KI-3
4. Indikator KD Pada KI-3
D. Materi Pembelajaran
E. Kegiatan Pembelajaran
F. Penilaian, Remidial dan Pengayaan
G. Media/Alat, Bahan dan Sumber Belajar

Perbedaan format RPP pada permendikbud 81A/2013 dan permendikbud 103/2014 adalah:
1. Di permendikbud 81A/2013 terdapat tujuan pembelajaran dan Metode Pembelajaransedangkan di permendikbud 103/2014 tidak ada.
2. Di permendikbud 81A/2013 hanya ada Penilaian sedangkan di permendikbud 103/2014 dilengkapi Penilaian, Remidial dan Pengayaan
3. Di permendikbud 81A/2013 indikator hanya untuk KD pada KI-3 dan KD pada KI-4 sedangkan di permendikbud 103/2014 indikator untuk KD pada KI-1 sampai KD pada KI-4.

Di format RPP pada permendikbud 103/2014 juga ditegaskan bahwa kegiatan saintifik (5M) tidak harus muncul dalam satu pertemuan.
Baca Selengkapnya